Tana Toraja Objek Wisata Budaya Penuh Pesona dan Adrenalin

Tana Toraja Objek Wisata Budaya Penuh Pesona Dan Adrenalin

tana-toraja-objek-wisata-budaya-penuh-pesona-dan-adrenalin

Wisata Tana Toraja – Rutinitas sehari-hari dari pagi sampai sore. Hari esok hanya sekedar pengulangan-pengulangan untuk aktivitas yang sama. Rasa bosan pasti akan mudah sekali menghinggapi Anda. Refreshing itu diperlukan untuk ya, me-refresh pikiran dan jiwa kita kembali. Wisata dengan segala keindahan alam sudah banyak sekali tersedia di negeri kita yang kaya ini. Tapi bagaimana apabila kita bisa memanjakan mata sambil mengenal budaya? Sambil menyelam makan ice cream nih namanya. Ya, Tana Toraja adalah salah satu tempat wisata budaya yang penuh pesona. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km Makasar sebelah utara snagat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya yang diberi nama Tongkonan.

Atap rumah ini terbuat dari daun kelapa atau dari daun nipa dan mampu bertahan selama 50 tahun lamanya. Bangunan ini kental dengan budaya, Tongkonan memiliki strata sesuai dengan derajat kebangsawanan masyarakatnya. Strata tersebut seperti strata emas, perunggu, besi, dan kuningan.

Selain dari segi bangunannya, Tana Toraja juga terkenal dnegan upacara adat Rambu Solo (pemakaman). Hal ini tentu saya rasa sudah diketahui sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal lain yang tak kalah menarik adalah kuburan bayi di atas pohon tarra yang terletak di kampung Kambira, Kecamatan Sangalla. Tempat ini sengaja disiapkan untuk jenazah bayi berusia 0-7 tahun. Sebenarnya, sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, kegiatan mengubur bayi di atas pohon tarra ini sudah ridak dilaksanakan lagi, namun pohon ini masih tetap tegak berdiri dan tentu banyak dikunjungi oleh wisatawan. Pohon tarra ini mempunyai lingakaran batang sekitar 3,5 meter dan buahnya mirip dengan buah sukun.

Batang pohon itu dilubangi terlebih dahulu sebelum jenazah dimasukkan. Mayat bayi diletakkan ke dalam lalu ditutp dengan menggunakan serat pohon kelapa berwarna hitam. Jenazah itu kemudian akan menyatu dengan pohon tersebut setelah puluhan tahun. Pohon ini kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan juga menjadi pusat perhatian masyarakat Tana Toraja sendiri karena mereka menganggap tempat itu suci seperti anak yang baru lahir.

Penempatan jenazah bayi di pohon itu disesuaikan pula dengan strata sosial masyarakatnya. Jika strata keluarganya tinggi maka jenazahnya akan diletakkan tinggi pula. Semakin tinggi strata sosialnya, maka semakin tinggi pula posisinya di pohon tersebut.

Budaya lain yang menarik untuk diamati adalah pesta syukuran (rambu tuka) yang merupakan acara tetap tiap tahunnya. Tempat lain yang bisa Anda kunjungi adalah penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk container rkasasa dengan tinggi 10 meter dan lebar 3 meter. Anda juga bisa langsung menyaksikan Tongkonan yang berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.

Baik, sekarang Anda harus benar-benar tahu bagaimana caranya agar bisa menikmati semua itu. Anda bisa mnegambil jalur penerbangan domestic dari Makassar ke Tana Toraja. Pnerbangan ini hanya dilakukan satu kali dalam seminggu dan hanya menggunakan pesawat yang bisa dinaiki oleh 8 orang. Anda membutuhkan waktu 45 menit namun jika Anda memutuskan untuk menempuh jalan lewat darat, maka bisa-bisa 45 menit Anda menjadi 7 jam perjalnan yang melelahkan. Cermat-cermatlah dalam memilih. Salam dari Tana Toraja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *