Taman Labirin di Bandung, Destinasi Wisata Kekinian

Bagi anda para wisatawan yang sedang liburan ke Kota Bandung, kawasan Balai Kota Bandung umumnya menjadi salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi. Balai Kota Bandung ini diapit oleh  Jln. Merdeka dan Jln. Wastukancana. Tempat ini merupakan “markas” para wali kota yang menjadi pemimpin Bandung termasuk Wali Kota Ridwan Kamil. Bagi msyarakat Bandung sendiri, area Balai Kota ini merupakan area publik yang umumnya dijadikan tempat nongkrong sambil menikmati pemandangandi  pusat kota Bandung.

3

Berdasarkan sejarahnya, Gedung Balai Kota ini merupakan karya dari arsitek E.H. de Roo dengan gaya art deco yang dibangun sejak 1935. Gedung tempat dinas Ridwan Kamil tersebut oleh masyarakat  Bandung biasanya disebut “Gedong Papak” karena bentuknya persegi. Dulu, Gedung Balai Kota Bandung ini merupakan gudang kopi. Gedung ini  di zaman kolonial Belanda dinamai  Koffie Pakhuis (Gedung Kopi). Tempat ini merupakan gudang penyimpanan hasil bumi dan tempat pengepakan kopi milik Andries de Wilde. Wilde tercatat sebagai tuan tanah pertama di Priangan sejak 1812.

Pada 1927, gudang kopi ini dirobohkan dan di bekas lahannya didirikan  gedung balai kota yang dirancang oleh arsitek EH de Roo. selanjutnya, pada 1935 Balai Kota ini diperluas dengan menambahkan bangunan baru yang menghadap ke Pieter Sijthoffpark (sekarang Taman Balai Kota).

1

Bagi wisatawan, area Balai Kota menjadi tempat rekreasi yang murah meriah. Balai Kota Bandung ini berada di titik jalur wisata Bandung. Dari lokasi ini, wisatawan hanya perlu berjalan kaki atau bersepeda untuk dapat meneruskan lawatannya ke tempat wisata yang lain, seperti di sebelah selatan ke Jln. Braga, Taman Vanda, dan belanja di Bandung Electronik Center atau ke Bandung Indah Plaza (BIP) dan toko buku Gramedia, di utara ada Jln. Merdeka dan tembus ke Jln. Ir. H. Juanda (Jln. Dago). Anda juga bisa berwisata kuliner ke arah barat dimana disana ada Bandung Milk Centre (BMC) yang akses jalannya tembus ke Gedung Pakuan dan ke Stasiun Bandung.

Di pemerintahan Wali Kota Ridwan Kamil ini, area Gedung Balai Kota semakin dibenahi. Malah, di tempat ini pun ada Bandung Commmand Center yang menjadi kantor digital untuk melakukan pengawasan di seputaran kota Bandung.

Bandung memang mempunyai banyak sekali taman dengan pemandangannya yang indah dan suasananya yang menyenangkan, tidak terlepas dengan Taman Labirin. Taman Labirin sendiri ada di pusat kota Bandung, tepatnya yaitu di sekitar Balai Kota, menjadikan akses menuju tempat wisata ini sangat mudah.

2

Awalnya Taman Labirin ini disebut dengan Taman Merpati, lalu direnovasi dan dibangun dengan dilengkapi berbagai fasilitas supaya lebih terlihat “fresh dan hijau” sehingga lebih menarik minat wisatawan. Sesuai nama barunya, di Taman yang mengusung konsep ekologi, estetika dan sosial ini ada jalan berliku yang berukuran kurang lebih setengah meter yang mengelilingi taman, karena itu disebut dengan Taman Labirin.

Jalan itu membelah taman sehingga wisatawan dapat menikmati hijaunya tanaman dari dekat. tidak hanya itu saja, di kawasan Taman Labirin ini juga ada pohon-pohon besar yang menjadikan tempat ini cukup teduh sehingga sangat cocok untuk anda bersantai di siang hari.

Taman Labirin ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang semakin memanjakan para wisatawan, seperti tempat permainan anak dan spot foto. Hadirnya Taman Labirin ini menunjukkan jika kota Bandung memang serius dalam membangun ruang publik hijau yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata saja, namun juga sebagai paru-paru kota. Taman Labirin dibangun hanya 90 hari saja dan sekarang telah menjadi salah satu tempat nongkrong favorit di Bandung, terutama di kalangan anak muda dan keluarga yang ingin menghabiskan akhir pekannya dengan murah. Jadi bagaimana, apakah anda tertarik untuk berkunjung ke Taman Labirin ini ? Yuk kesana! Tapi ingat, anda jangan membuang sampah sembarangan ya!

Demikianlah ulasan dari kami mengenai “Taman Labirin di Bandung, Destinasi Wisata Kekinian“. Semoga ulasan kami bisa bermanfaat untuk anda dan terima kasih atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *